Image of Asuhan Keperawatan Pada By. A Dengan Gizi Buruk Di Wilayah  Kerja Puskesmas Nanggalo Padang

Text

Asuhan Keperawatan Pada By. A Dengan Gizi Buruk Di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang



Ancaman yang dapat ditimbulkan akibat gizi buruk secara tidak langsung adanya permasalahan pemenuhan gizi. Anak yang mengalami kondisi kurang gizi bisa mengakibatkan rentan penyakit, rentan terhadap infeksi, terjadi pengurusan otot, pembengkakan hati dan paling parah adalah IQ yang rendah. Gizi buruk pada anak dengan klasifikasi marasmus ditandai dengan berat badan yang sangat rendah. Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengatakan bahwa kasus gizi buruk pada tahun 2017 terdapat 3,30% dan pada tahun 2018 sebanyak 3,50%. Hal ini diakibatkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi buruk. Tujuan penelitian ini diketahuinya asuhan keperawatan pada gizi buruk di Puskesmas Nanggalo Kota Padang.
Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2019 sampai Februari 2020 di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang. Populasi pasien gizi buruk berjumlah 2 orang dengan sampel 1 orang di ambil menggunakan teknik purposive sampling. Dengan kriteria inklusi bahwa orangtua dan pasien bersedia menjadi pasrtisipan dalam penelitian, anak yang menderita penyakit gizi buruk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam format pengkajian dan alat pemeriksaan fisik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pengukuran, wawancara dan studi dokumentasi, data di analisis dengan membandingkan hasil asuhan keperawatan dengan teori dan penelitian sebelumnya.
Hasil penelitian pada partisipan di temukan 3 prioritas masalah keperawatan yaitu defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien, gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan efek ketidakmampuan fisik, risiko infeksi pada An. A berhubungan dengan malnutrisi, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Rencana keperawatan sesuai dengan SLKI dan SIKI yang telah ditentukan. Evaluasi keperawatan didapatkan defisit nutrisi mulai teratasi ditandai dengan peningkatan berat badan yaitu 2,35 kg menjadi 2,6 kg, bayi tidak malas menyusui ditandai dengan pemberian asi 1x2 jam sehari.
Diharapkan melalui kepala puskesmas agar dapat memotivasi perawat untuk meningkatkan pendokumentasian asuhan keperawatan di keluarga pada bayi dengan gizi buruk.

Kata Kunci : Gizi Buruk, Asuhan Keperawatan
Daftar Pustaka : 34 (2010 – 2019)


Ketersediaan

KTIKP.2043043 Nai AKarya Tulis Ilmiah (Karya Tulis Ilmiah)Tersedia - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
043 Nai A
Penerbit Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang : Padang.,
Deskripsi Fisik
xiii, 57 hlm.; 21 x 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this