No image available for this title

Text

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Konsumsi Purin Dengan Kejadian Hiperurisemia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Rw 05, 06 dan 07 Kelurahan Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2015



Karya Tulis Ilmiah, Juni 2015
Reza Putri

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Konsumsi Purin Dengan Kejadian Hiperurisemia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Rw 05, 06 dan 07 Kelurahan Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2015

Vii +58 halaman, 11 tabel, 2 gambar, 8 lampiran

ABSTRAK
Masalah gizi lansia merupakan faktor risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit sendi yang disebabkan oleh hiperurisemia. Hiperurisemia dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin. Prevalensi Penyakit sendi di Puskesmas Belimbing 3 tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan terakhir pada Tahun 2013 yaitu 19,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di Posyandu Lansia RW 05 , 06 dan 07 Kelurahan Kuranji wilayah kerja Puskemas Belimbing Kota Padang Tahun 2015.

Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional study, Penelitian ini dilaksanakan mulai dari September 2014 sampai dengan Juni 2015. Populasi sekaligus subjek dalam penelitian ini adalah lansia yang berumur 60-70 tahun berjumlah 37 orang. Kejadian Hiperurisemia diukur dengan alat ukur kadar asam urat darah digital, tingkat pengetahuan diukur dengan wawancara menggunakan daftar pertanyaan dan tingkat konsumsi purin diukur dengan wawacara SQ-FFQ makanan sumber purin. Data diolah secara univariat dan bivariat menggunakan Uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil penelitian menunjukan bahwa lansia yang mengalami hiperurisemia sebanyak 29,7%, lansia dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 45,9%, dan lansia dengan tingkat konsumsi purin sedang sebanyak 16,6%. Hasil uji chi square menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin dengan kejadian hiperurisemia dengan p= 0,013 dan p=0,005.

Disarankan kepada lansia agar lebih menjaga pola makan (konsumsi purin) dan meningkatkan pengetahuan mengenai hiperurisemia agar dapat menjaga kadar asam urat tetap normal. Untuk peneliti selanjutnya agar meneliti variabel yang belum diteliti seperti asupan lemak dan aktivitas fisik.

Kata Kunci (Key Word) : Kadar Asam Urat, Tingkat Pengetahuan, Asupan Purin

Daftar Pustaka 26 (2003-2014)


Ketersediaan

KTIGZ.1586086 Rez HKarya Tulis Ilmiah (Karya Tulis Imliah)Tersedia - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang : Padang.,
Deskripsi Fisik
vii, 79 hlm.; 21 x 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this